Jakarta – Kepala Negara menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Gedung Utama Pemerintahan, Selasa (2/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara yang selama ini terjalin erat, sekaligus membuka peluang kerja sama baru di berbagai sektor strategis.
Dalam agenda pertemuan, kedua pemimpin membahas sejumlah isu utama, termasuk peningkatan kerja sama ekonomi, investasi, energi, perdagangan, hingga pembangunan infrastruktur. Selain itu, pembahasan juga mencakup pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, dan pertukaran budaya.
Kepala Negara menyatakan kunjungan Perdana Menteri Qatar mencerminkan semakin kuatnya hubungan persahabatan dan kemitraan strategis antara kedua negara.

“Kunjungan ini menjadi langkah penting untuk memperluas kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Kami menyambut baik komitmen Qatar untuk terus mempererat hubungan di berbagai bidang,” ujar Kepala Negara.
Sementara itu, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani menegaskan Qatar memandang negara ini sebagai salah satu mitra strategis penting di kawasan. Ia menyampaikan kesiapan pemerintah Qatar untuk meningkatkan kolaborasi konkret, khususnya pada sektor yang memiliki potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak juga menyaksikan penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama yang mencakup fasilitasi investasi, pertukaran keahlian teknis, serta penguatan hubungan di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Selain membahas hubungan bilateral, kedua pemimpin turut bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi regional dan global. Keduanya sepakat bahwa stabilitas, perdamaian, dan kerja sama internasional menjadi faktor penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan dunia.
Kunjungan kerja Perdana Menteri Qatar dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Selama berada di Indonesia, rombongan Qatar akan mengunjungi sejumlah lokasi strategis guna melihat langsung peluang investasi dan potensi pembangunan yang dapat dikembangkan melalui kemitraan kedua negara.
Pemerintah berharap kunjungan tersebut dapat menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, serta kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
