download

HARGA KARET MELEDAK! Petani Sumatera Panen Untung, Bakal Naik Lagi?

Palembang – Harga karet alam di berbagai wilayah Sumatera terus menunjukkan tren positif dan mengalami kenaikan signifikan sejak sebulan terakhir hingga awal Juni 2026. Penguatan harga ini dipicu oleh lonjakan permintaan pasar internasional yang mendekati level tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Di tingkat pengumpul, harga karet kering mutu 100 persen saat ini berada pada kisaran Rp39.500 hingga Rp40.500 per kilogram. Angka tersebut meningkat sekitar Rp1.000–Rp1.500 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara itu, harga yang diterima petani di lapangan berkisar antara Rp17.000 hingga Rp23.000 per kilogram, tergantung kualitas kadar kering dan lokasi penjualan.

Faktor Pendorong Kenaikan Harga

1. Permintaan Industri Global Meningkat

Pemulihan sektor otomotif dunia, terutama di Tiongkok dan India, mendorong peningkatan kebutuhan bahan baku ban. Di sisi lain, tingginya harga minyak dunia menyebabkan biaya produksi karet sintetis meningkat, sehingga banyak industri kembali beralih menggunakan karet alam.

2. Pasokan Dunia Berkurang

Produksi karet di negara-negara penghasil utama seperti Thailand dan Malaysia mengalami gangguan akibat cuaca ekstrem dan perubahan pola tanam. Kondisi ini menyebabkan pasokan global menurun di tengah tingginya permintaan pasar.

3. Pengaruh Situasi Geopolitik

Ketegangan geopolitik di sejumlah kawasan, termasuk Timur Tengah, turut memengaruhi kelancaran jalur perdagangan internasional. Dampaknya, harga berbagai komoditas, termasuk karet alam, tetap bertahan pada level tinggi.

Peluang bagi Petani

Sejumlah pengamat pasar memperkirakan harga karet masih berpotensi mengalami kenaikan dalam beberapa minggu ke depan apabila faktor-faktor pendukung tersebut tidak mengalami perubahan signifikan.

Petani diimbau memanfaatkan momentum ini dengan menjaga kualitas getah dan hasil olahan karet. Kualitas yang baik akan memberikan nilai jual lebih tinggi sehingga petani dapat memperoleh keuntungan yang maksimal di tengah tren penguatan harga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *