20260513 072126

Saat Dolar Tembus Rp. 17.500.00, Pemerintah Klaim Kondisi Fiskal Masih Aman.

SumateraPos – Nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat menjadi perhatian publik dan pelaku pasar. Pelemahan tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kondisi ekonomi nasional serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Menanggapi kondisi itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pemerintah telah mengantisipasi kemungkinan pelemahan rupiah sejak awal penyusunan APBN.
“Kalau APBN sih kita sudah simulasi macam-macam ya. Jadi relatif aman,” ujar Purbaya saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa (12/5/2APBN.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya menggunakan satu asumsi nilai tukar dalam penyusunan anggaran negara. Berbagai skenario tekanan ekonomi global telah dihitung untuk menjaga ketahanan fiskal Indonesia jika terjadi gejolak pasar.
Menurut Purbaya, pelemahan rupiah kali ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik global dan kuatnya dolar AS di pasar internasional.

Kondisi tersebut membuat banyak investor mengalihkan dana ke aset safe haven. Selain faktor global, meningkatnya kebutuhan dolar di dalam negeri juga ikut menekan nilai tukar rupiah. Permintaan valuta asing untuk pembayaran utang luar negeri, pembagian dividen perusahaan, hingga kebutuhan musim haji menjadi salah satu penyebab naiknya permintaan dolar AS.

Meski rupiah mengalami tekanan cukup dalam, pemerintah memastikan kondisi APBN masih dalam batas aman. Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia terus melakukan koordinasi guna menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.

Purbaya juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar dan mengambil langkah yang diperlukan agar gejolak nilai tukar tidak berdampak besar terhadap ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar valuta asing dan pasar obligasi guna menjaga stabilitas rupiah. Pemerintah berharap tekanan terhadap mata uang nasional dapat mereda seiring membaiknya situasi global dalam beberapa waktu ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *