images 19

Gejolak Pasar Global Tekan Rupiah hingga Mendekati Rp17.900

Jakarta, 29 Mei 2026 – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan tajam dan sempat mendekati level Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan Jumat (29/5/2026).

Kondisi ini memicu perhatian pelaku pasar serta kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Menanggapi pelemahan rupiah tersebut, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan langkah stabilisasi di pasar keuangan, termasuk intervensi di pasar valuta asing dan pembelian surat berharga negara guna menjaga kestabilan nilai tukar rupiah.

Berdasarkan data perdagangan, rupiah sempat bergerak di kisaran Rp17.865 per dolar AS dan mendekati level psikologis Rp17.900. Tekanan ini dipicu oleh penguatan dolar AS secara global, ketidakpastian ekonomi dunia, serta meningkatnya arus keluar modal asing dari pasar negara berkembang.

Selain itu, sentimen suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed juga turut memberikan tekanan terhadap mata uang Asia, termasuk rupiah. Pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan moneter AS di tengah inflasi global yang belum sepenuhnya mereda.

BI memastikan fundamental ekonomi Indonesia masih relatif kuat, ditopang inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang memadai, dan pertumbuhan ekonomi domestik yang tetap terjaga. Namun demikian, otoritas moneter meminta pelaku pasar tetap waspada terhadap volatilitas global yang masih tinggi.

Pelemahan rupiah juga mulai berdampak pada sektor usaha yang bergantung pada impor dan transaksi dolar AS. Sejumlah pelaku usaha mengkhawatirkan kenaikan biaya bahan baku serta tekanan terhadap harga barang di dalam negeri apabila nilai tukar terus melemah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *